RSS

Phenomenon In Lebaran Moment

22 Agu

kue kering

macam kue khas lebaran

“Pada setiap sisi ruang dan waktu yang kita lalui, banyak sekali orang-orang yang menjual, membuat dan menyajikan kue kering, beberapa diataranya mencoba untuk mengambil keuntungan di bulan yang penuh rahmat ini.”

Yap… Betul Bulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah bagi semua orang tak terkecuali saya sebagai penulis juga anda sebagai pembaca, barangkali saat ini sedang menawarkan produk khas lebaran yang akan digunakan atau dinikmati pada hari raya idul fitri. Hari ini tepat tanggal 19 Agustus 2011, disaat saya terpikir untuk menuliskan beberapa hal yang menjadi ciri khas dalam perayaan hari besar umat Islam dimana goalnya adalah kemenangan lahir bathin dan semoga kembali pada kesucian yang kita harapkan, maka tinggal tersisa 20 hari lagi 1 Syawal 1432 H / 1 Syawal 2011 akan kita jumpai dengan suka cita.

Kalo lah kita perhatikan, disetiap sudut, di pasar, di jalanan, di mall, di toko, ataupun di tempat ramai orang berkumpul selalu aja sajian yang dapat kita lihat, salah satunya adalah penjualan produk khas lebaran, semisal kue kering, baju koko, sarung dan pakaian ‘baru’ yang ditawarkan kepada siapa saja yang mau dan mampu membeli barang” tersebut untuk kesenangan dan pemenuhan kebutuhan sekunder ataupun tersier kita. Orang berlomba untuk mempersiapkan dirinya dan keluarganya dalam menyambut hari yang suci, segala macam kebutuhan berusaha untuk dipenuhi, segala macam pemenuhan dicari dan dibeli. Sesuatu yang masuk akal memang, karena momen ini hanya terjadi setahun sekali, bagi sebagian kalangan moment ini menjadi moment terbaik untuk berbelenja kebutuhan, dan bagi sebagian orang moment ini menjadi moment terbaik untuk menjual barang yang dirasa akan laku.

Jikalau ada suatu survei, di waktu apa/kapan terjadi lonjakan penjualan terbesar produk konsumsi setiap tahunnya, maka tidak salah moment lebaran idul fitri menjadi waktu yang sangat ‘menjual’ khususnya untuk kebutuhan sekunder baik pakaian, makanan dan lain sebagainya. Banyak orang yang menjual dan banyak orang yang membeli, orang menjual apapun di bulan ini seperti kue kering, pakaian, Asesoris, kacang-kacangan, semua hasil bumi dijual, dikeluarkan di bulan ramadhan ini, dan banyak juga orang yang mencari dan membeli barang tersebut. Di bulan inilah demand dan supply terbesar terjadi, maka tak salah jika perubahan harga dan penarikan diskon bagi konsumen terjadi di setiap sisi produk yang dijual, diskon mulai dari 10% – 70% barangkali terpangpang di jendela toko, mall, atau hall penjualan. Semua mencoba menarik pembeli untuk mengeluarkan uangnya berapapun yang dimiliki, seketika itu hasrat pembeli pun terdorong untuk memiliki barang yang terlihat dari kedua matanya untuk kebutuhan hasratnya kembali.

Kembali kita bayangkan berapa nominal perputaran uang di bulan ramadhan ini, maka kita akan takjub terhadap apa yang telah bergulir setiap tahunnya. Konsumsi di segala bidang pun akan terus bertambah seiring lama dan panjangnya liburan yang terjadi, konsumsi BBM menjadi faktor penting untuk mobilisasi pergerakan manusia dari dan menuju tempat tertentu. Hal ini pun akan berpengaruh pada konsumsi lainnya, misal restoran, tempat pariwisata, hotel dan lain sebagainya. Moment lebaran menjadi magnet terbesar bagi pengusaha untuk jor-joran memberikan penawaran terhadap barang dan jasa yang mereka jual. Namun dibalik itu ada konsekuensi terhadap penambahan pengeluaran keuangan baik personal, perusahaan maupun instansi. Satu hal yang perlu di ingat bahwa bulan ini benar untuk mensucikan diri baik harta, hati maupun nurani, agar kita selalu berada dalam kasih sayang Allah SWT dan terus diberikan rizki, kekuatan dan kesehatan agar kembali kita dapat bertemu dengan ramadhan di tahun depan, aamiin.

Tak ubahnya hukum permintaan dan pemenuhan (Deman and Supply), maka akan terjadi tingkat inflasi terhadap harga, dimana ketika permintaan tinggi harga pun akan merangkak naik, hal ini menjadi sesuatu yang nampak jelas terlihat, orang ramai menaikkan sedikit harga untuk mendapatkan keuntungan lebih dari penjualan barang atau jasa. Saya (wp-red) miris juga mengetahui hal ini, bertahun tahun saya amati yang menjadi pokok subjek terpengaruh hukum ini adalah kaum muslim / umat Islam, umat yang sangat banyak di dunia saat ini, namun kesejahteraan pun belum merata, namun harus dapat memenuhi kebutuhannya meski disaat harga tinggi pun. Bukan berarti lemah namun hal ini menjadi pemikiran saya, kenapa semua harga harus naik pada bulan ramadhan ini dan selalu saja terjadi pada kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, Siapakah yang salah pemerintah atau pengusaha?, dan demi apakah mereka melakukan hal itu? Barangkali masih banyak pertanyaan lagi tentang hal ini yang tidak dapat kita sampaikan.

Namun dibalik semua pertanyaan tentang meningkatnya harga-harga tersebut, patut kita bersyukur bahwa selalu saja ada rizki bagi setiap muslim yang berusaha dengan baik untuk pemenuhan kebutuhannya di akhir bulan ramadhan ini. Saya yakin semua akan dapat memenangkan hari yang suci, hari yang diharapkan kita untuk kembali kepada fitrahnya masing-masing sesuai dengan kadar keimanan dan ketaqwaan yang kita laksanakan selama bulan ramadhan. Sebelum menutup tulisan yang Sedikit emosional ini, ada sesuatu hal yang ingin disampaikan yaitu “Allah SWT tidak akan merubah suatu kaum, sampai kaum itu mau berubah terhadap takdir atau keadaan yang telah terjadi” sehingga sampai kapan bangsa Indonesia ini terus dijajah oleh kekuatan apapun yang menyengsarakan, kapan kita akan sejahtera semua kembali kepada kita (rakyat) yang telah menyerahkan bangsa ini kepada para pemimpinnya.

Wallahualam bishowab… Hanya Allah yang tahu dan memiliki pengetahuan terhadapnya

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 22, 2011 in WIL-I-HIS

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: