RSS

To Our Indonesian Soccer Team

25 Jul

Tim Nasional IndonesiaDengung lagu Indonesia Raya saat ini semakin seiring sejalan dengan lagu sebuah band yang menaikkan dan mengangkat nama Indonesia melalui sebuah tim sepakbola kebanggan negeri tanah air tercinta. Lagu “Garuda di Dadaku” semakin terbang dan melayang jauh dan sebian diantaranya terpendam dalam dada para suporter timnas Indonesia, sayup-sayup lagu yang penuh semangat dinyanyikan dikala dukungan diberikan bagi tim sepakbola kebanggan negeri dengan kekayaan alam dan budaya terluas didunia. Kebanggan ini semakin bertambah dengan munculnya ikon-ikon baru yang lahir dalam sepakbola Indonesia menyusul proses Nasionalisasi pemain keturunan dan pemain yang telah banyak merumput dan dirasa layak menjadi bagian dari tim sepakbola nasional Indonesia. Euforia terhadap kemajuan timnas pada saat kejuaraan AFF hanya mampu menjadi runner-up ini terus menggaung seiring rampungnya kepengurusan PSSI yang baru, ┬árasa cinta ini berlanjut pada ajang pra-kualifikasi Piala Dunia Brasil 2014.

Pertandingan melawan Timnas Turkmenistan di negeri tersebut menjadi ajang pembuktian bagi kepengurusan PSSI baru dibawah pimpinan Djohar Arifin menjadi momen yang ditunggu oleh pecinta timnas, pada pertandingan itu, stadion tempat berlangsungnya dirasakan kurang membuat pertandingan berjalan maksimal, hal ini dikarenakan tidak beraturannya kondisi lapangan. Namun daripada itu Timnas Indonesia mampu menghasilkan hasil maksimal dalam laga tandang tersebut. Hasil imbang dengan angka 1-1 ini cukup membuat timnas aman ketika bermain kandang di stadion gelora bung karno, yap! Cukup hasil imbang 0-0 maka Timnas akan lolos ke babak berikutnya, bukan sesuatu yang mustahil karena komposisi pemain saat ini cukup mumpuni untuk melalui tahap demi tahap pra-kualifikasi World Cup brasil 2014. Dengan adanya Top scorer dan Pemain terbaik di Liga Super Indonesia Boas Salosa, rasanya permainan timnas harus lebih baik dan layak menang dengan tim yang memiliki peringkat tidak jauh dengan timnas Indonesia.

Namun daripada itu rasanya kita perlu mawas diri, jika di ASEAN kita mampu menjadi runner-up meskipun seharusnya mampu menjadi juara, maka untuk kejuaraan dengan tingkat emosi dan gengsi yang lebih tinggi perlu persiapan yang maksimal dan ketangguhan tim. Apalagi telah kita ketahui bersama bahwa timnas saat ini telah berganti pelatih dari alfred riedl ke wim, yang butuh proses adaptasi yang cepat baik pemain dan pelatih. Hal ini menjadi tantangan bagi PSSI untuk segera menghasilkan sebuah tim sepakbola Nasional yang semakin tangguh dan mampu mewujudkan harapan seluruh rakyat Indonesia.

Saya memiliki rasa optimis bahwa timnas mampu menjangkau hasil yang maksimal di kejuaran PD 2014 ini, namun ada sesuatu yang mewajibkan timnas untuk mawas diri. Persiapan yang kurang perlu didukung dengan metoda dan fasilitas pemenuhan kebutuhan berlatih dan bertanding yang baik, maka perlu rumusan yang tepat diberikan oleh pelatih baru. Selanjutnya ada angka maksimal yang perlu diraih, disamping itu ada kemampuan standar yang perlu ditetapkan, jika saja target atau kemampuan maksimal kita bisa dicapai yaitu dengan ditetapkan bahwa timnas target bermain imbang di setiap pertandingan maka akan ada poin 1 dikalikan dengan jumlah pertandingan, dengan perhitungan ini setidaknya timnas mampu berada di posisi maksimal dua. Hasil Imbang atau draw merupakan target relevan bagi timnas Indonesia ketika menghadapai timnas lain yang berada di luar ASEAN. Jadi perlu kiranya semua elemen pendukung tim nasional Indonesia untuk memberikan dukungan dan bukan lah beban bahwa timnas harus menang namun menjadikan bahwa timnas harus maksimal dalam setiap pertandingan dan kejuaraan, dan faktor maksimal itu bisa disesuaikan dengan target relevan yang dapat dicapai oleh tim nasional. Sehingga dengan itu besar harapan timnas untuk kembali menjadi macan asia itu (garuda asia) itu dapat terwujud dikemudian hari, satu hal lagi bahwa menang, imbang atau kalah slogan kita harus tetap sama “GARUDA di DADAKU”

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 25, 2011 in WIL-I-HIS

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: